Tuesday, January 21, 2014

Kenapa reuni bukan ide yang bagus?



Reading time: 3-5 minutes


Let's begin the new year with old memories. 


Ya, rasanya di awal tahun 2014 ini saya menghabiskan waktu lebih banyak untuk bertemu kembali dengan teman-teman di masa sekolah. Dua minggu berturut-turut saya datang ke acara yang biasa kita sebut "reuni". 

Kalau anda yang membaca post ini mengenal saya dengan baik, pasti tidak akan heran kalau saya mengatakan bahwa kehadiran saya di pertemuan-pertemuan reuni ini sama sekali tidak direncanakan, alias spontan. Pada dua minggu terakhir saya menghadiri dua macam reuni. Yang pertama adalah reuni kecil berempat dengan teman-teman satu tim basket SMP saya, dan yang kedua adalah reuni SD.

"Apa? Reuni sekolah dasar? Nggak reuni taman kanak-kanak aja sekalian?"
Benar, anda nggak salah baca. Reuni sekolah dasar. 

Tetapi dua reuni yang saya hadiri ini esensinya sangat, sangat berbeda.


Reuni saya dengan teman-teman SMP saya diisi dengan kegiatan catching up, berhubung anggotanya semuanya perempuan, anda bisa bayangkan sendiri apa topik yang dibicarakan. Mulai dari kabar teman-teman SMP lainnya, kehidupan kuliah, kerja, dan tentunya, percintaan. It was a nice meet-up. Dan tentunya nyaman-nyaman saja. Sambil menikmati seporsi nasi putih hangat dan dua drumstick ayam di Chicken BonChon (tanpa bermaksud promosi atau apa, ayamnya memang enak sih), dengan lancar saya ngobrol bersama teman-teman saya yang sudah semakin cantik-cantik. Mengingat kebersamaan kami di saat bermain basket bersama, baru ingat seberapa lusuh dan gosong terbakar matahari kami berempat. Semacam anak layangan.

Nah, reuni semacam itu, sangat berbeda dengan reuni yang selanjutnya saya hadiri, yaitu reuni sekolah dasar.
Coba anda bayangkan, saya sudah sekitar 10 tahun tidak bertemu dengan orang-orang yang bersekolah di SD saya ini. Sebetulnya sebelumnya sudah ada 2 kali reuni SD yang diadakan, hanya saja waktu itu saya masih lugu dan tidak tahu jalan.
Reuni SD ini diinisiasikan oleh seorang teman SD saya yang juga merupakan teman SMA saya, jadi bisa dibilang cukup mudah untuk bertanya soal reuni tersebut. Begitu melihat undangan untuk menghadiri event di Facebook, langsung saya pikiran saya dipenuhi dengan memori dan kenangan di masa SD.

Blur dan remang-remang, ya kan? I mean, memangnya memori berkesan apa sih yang bisa diingat waktu zaman-zaman SD? Buat saya sih, SD berlalu sedemikian cepatnya sampai saya nggak terlalu ingat apa hal-hal menarik yang terjadi.

Tapi saya penasaran sih, ingin melihat apakah orang-orang ini sudah berubah atau belum penampilannya. Apakah ada yang saya tidak ingat? Apakah ada yang masih ingat saya? Seketika hal yang paling saya takutkan adalah : merasa canggung saat reuni. 

"Gimana kalau ga ada yang inget gw?" 
"Gimana kalau ga ada yang tertarik ngobrol sama gw?"

dan seterusnya.

Setelah mengumpulkan segenap hasrat ingin bertemu dan bertegur sapa setelah sekian lama, akhirnya saya memutuskan untuk menghubungi sang bandar (maksudnya yang mengadakan acara reuni tersebut) dan mengatakan "Yes, I'm in!".

Guess what? I had a really great time.
Ternyata banyak hal yang saya sudah lupa, dan saya bisa ingat lagi berkat memori teman-teman saya dijadikan satu. Menertawakan hal-hal konyol seperti "Eh, waktu itu lu punya geng namanya Fenomena kan ya?" atau "Eh iya ya waktu itu kan si A mau nembak si B terus mereka kejar-kejaran dari lantai satu sampe lantai dua" atau "Ya ampun iya waktu itu gue ngerobek seragamnya si C karena main polisi-maling" dan "Hahaha ternyata lu masih aja suka nyisirin poni!", sangat seru.

Nggak nyesel, mau menyempatkan waktu untuk duduk sejenak bareng teman-teman yang mungkin saat SD dulu nggak terlalu dekat, but we do have the same memories. Di benak saya, "Hmm, lain kali reuninya harus lebih rame.".

Tapi, seperti judul yang saya buat di atas, ada hal-hal yang menjadikan reuni bukan ide yang bagus.

1. Tidak punya uang.

Jelas, reuni butuh uang, paling nggak untuk beli minuman. Kalau anda sedang ingin berhemat dan menurut anda reuni itu bahkan worthnya tidak setara dengan segelas es teh manis, reunion is not a good idea.

2. Dibenci semua orang.

Sebuah reuni pastinya mengingat kenangan di masa lalu. Tapi kalau di masa lalu yang anda lakukan adalah menambah musuh, bukan menambah teman, ada dua pilihan hal yang bisa anda lakukan. Yang pertama adalah mohon maaf lahir batin di acara reuni tersebut. Yang kedua, mungkin bisa pass aja reuninya.

3. Ada mantan yang tidak mau anda temui.

Nah, kalau tidak mau reuni anda rusak karena ke-awkward-an yang terjadi, sebenarnya sih bisa saja anda memilih untuk ngobrol dengan teman-teman tertentu saja. Tapi ingat, hampir pasti hukumnya, paling tidak ada satu saja teman anda yang bilang "Eh dulu kan lu pacaran sama dia ya ha ha ha ha". Terus rame deh. Jreng jeng.


4. Tidak ada yang kenal atau ingat anda

Asik tidaknya reuni tidak cuma tergantung seberapa awareness anda terhadap eksistensi anda sendiri, tapi juga awareness orang lain terhadap anda. Kalau anda merasa ingat semua teman-teman anda, jangan senang dulu. Sebaiknya hal tersebut berlaku sebaliknya.

5. Anda tidak suka keramaian

Kalau sebelum anda datang ke reuni yang anda lakukan adalah berdoa supaya reuninya tidak ada yang datang, sepertinya reuni bukan pilihan yang tepat bagi anda. Mutlak hukumnya.

Jadi, karena sebab-sebab di ataslah kenapa menurut saya tidak selamanya reuni merupakan ide yang baik.
Pikir dulu sebelum datang ke reuni ya, readers.

3 comments

  1. Kalo saya dg teman SD ga pernah reuni karena teman SD saya satu komplek semua :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. reuni setiap hari ya kalau begitu hahaha :D

      Delete

Thanks for your comment!

© Janet Valentina
Maira Gall