Wednesday, May 31, 2017

Belajar dari Google News Lab: Cerdas Menangkal Hoax Ala Jurnalis



Sumber: Tech Crunch

Seberapa sering kamu mendengar kata 'hoax' akhir-akhir ini? Sering? Saya juga. Akhir-akhir ini isu yang begitu marak diperbicangkan adalah masalah meluasnya distribusi informasi yang tidak akurat kebenarannya. Dapat dikatakan bahwa hoax adalah kata yang paling populer dijadikan sebagai 'nama panggilan' bagi informasi yang tidak benar.

Lucu juga, kalau merunut kembali penggunaan kata 'hoax' ini. Istilah ini pernah sering digunakan sebagai guyonan di salah satu forum terbesar Indonesia, lho. "No pic, hoax gan hehehe". Buat yang kurang paham maksudnya, frase tersebut dimaksudkan untuk mengingatkan siapapun yang berbagi informasi agar menyertakan data pendukung (dalam hal ini foto) agar informasi tersebut menjadi valid dan dapat dipercaya oleh orang yang mengonsumsinya. Dalam hal ini logika yang digunakan sudah benar: jangan sembarang memercayai suatu informasi tanpa melakukan verifikasi terhadap kebenaran sumber informasi.

Seiring berjalannya waktu, isu mengenai hoax menjadi sorotan publik dan bahkan pemerintah Indonesia. Wajar saja, karena di era ini siapa saja dapat membuat dan membagikan konten (baik tulisan, gambar. atau video). Informasi yang ada terlihat sangat meyakinkan padahal tidak sesuai dengan fakta yang ada. Mulai dari informasi lewat broadcast message, status di Facebook, sampai berita di media besar dengan sumber gambar yang validitasnya perlu dipertanyakan membuktikan perlunya meningkatkan literasi masyarakat Indonesia.

Workshop dari Google News Lab

Sumber: Dokumen Medina Image Dynamics

Berdasarkan fakta di atas, maka saya berniat untuk membagikan ilmu yang saya dapatkan di sebuah acara bernama Fact-checking dan Social Verification Workshop yang saya hadiri beberapa minggu lalu bersama para jurnalis media seluruh Indonesia. Saya merasa beruntung, karena walaupun saya bukan seorang jurnalis di tempat kerja saya, tapi saya diberikan kesempatan untuk ikut hadir dan menyerap pengetahuan.

Hal ini juga membuat saya lebih merasa beruntung lagi karena acara ini diadakan oleh Google News Lab bersama dengan mitranya First Draft. Saya juga baru tahu, bahwa Google News Lab adalah sebuah departemen / divisi baru yang terbentuk dari inisiatif perusahaan Google. Melalui Google News Lab, Google memiliki misi untuk berkolaborasi dengan para jurnalis dan entrepreneur dalam membangun masa depan media.

Terdapat empat hal yang menjadi fokus mereka dalam menjalankan program-programnya: Trust & Verification (Kepercayaan dan verifikasi), Data Journalism (Jurnalisme Data), Immersive Storytelling (Penyampaian cerita yang mendalam), dan Inclusive Storytelling (penyampaian cerita yang inklusif). Workshop ini adalah salah satu wujud implementasi dari program-program tersebut.

Melalui series blog yang saya namakan Google News Lab Series ini, saya akan mencoba menuangkan kembali ilmu yang saya dapatkan di workshop ini ke dalam beberapa tulisan.

Mengapa Penting Untuk Kamu yang Bukan Jurnalis?

Sumber: Pexels

Saat menghadiri workshop, saya terkesima sejenak. Mengapa? Karena pengetahuan semacam ini masih begitu eksklusif sehingga hanya dapat diakses oleh orang-orang tertentu (dalam kasus ini, akses diberikan kepada pekerja media dalam jumlah yang sangat terbatas). Padahal, sudah ada banyak tools dan kiat-kiat yang dapat digunakan untuk membantu kita memastikan kebenaran suatu informasi, sesederhana apapun informasi tersebut, seawam apapun seseorang dalam menggunakan internet.

Ada beberapa alasan kenapa pengetahuan ini penting bagi kamu yang bukan jurnalis, terutama kamu (iya, kamu) yang menggunakan internet secara aktif untuk membuat kontenmu sendiri atau hobi berbagi alias share berbagai macam informasi yang kamu temukan di internet. Pertama, agar kamu tidak membagikan informasi yang salah yang dapat menyesatkan pengguna internet lainnya. Kedua, agar kamu tidak ditangkap polisi karena telah melanggar hukum. Ketiga, supaya kamu tidak merasa malu sendiri karena telah membagikan informasi yang tidak benar. Terakhir, agar kita semua dapat berkontribusi terhadap ekosistem informasi Indonesia secara positif dan meningkatkan literasi masyarakat Indonesia.

Jangan cuma jago membagikan gosip yang kamu dapatkan dari akun Instagram, atau sibuk membagikan artikel bertajuk kontroversial tanpa membaca terlebih dahulu isinya. 'Share, comment, dan katakan amin' tidak akan membawa kamu ke tingkat pemahaman yang lebih baik -- kamu hanya akan memperkaya pemilik Facebook/Instagram Fanpage dengan meningkatkan jumlah engagement yang mereka dapatkan.

Walaupun kamu jarang membagikan informasi apapun, pengetahuan ini tetap penting karena kamu secara aktif mengonsumsi konten lewat internet. Dengan mengetahui konten apa yang terpercaya dan apa yang berupa hoax / informasi salah, kamu dapat berkontribusi menyaring media apa saja yang informasinya sesuai fakta atau tidak.

Apa Topik yang Dibahas?

Mulai dari penjelasan mengenai jenis-jenis informasi yang salah (bukan cuma hoax lho!), cara mengetahui keaslian dan sumber foto maupun video, sampai berbagai macam tools yang dapat digunakan. Selain itu, juga ada kuis-kuis yang cukup mindblowing karena membuktikan betapa rentannya kita terhadap informasi yang salah.

Kapan dan dimana saya akan mempublikasikan tulisan-tulisan Google News Lab series ini? Mulai minggu depan atau paling cepat di akhir pekan ini. Seiring berjalannya waktu saya juga akan menambahkan tautan ke artikel-artikel tersebut pada laman tulisan ini.

Jika kamu yang membaca artikel ini punya saran, kritik, dan komentar, silakan kirimkan melalui email atau pada kolom komentar ya.

Sampai jumpa di tulisan selanjutnya.

2 comments

Thanks for your comment!

© Janet Valentina
Maira Gall